Senin, 06 April 2020

Sejarah Public Speaking


PUBLIC SPEAKING

Ketika kalian mendengar kata Public speaking apa sih yang ada di benak kalian? Sepertinya kata ini lumrah kalian dengar. Jika diartikan secara harfiah kata Public Speaking ini memiliki arti “Berbicara di depan umum”. Setiap kali mendengar istilah ini pasti yang terbayang dalam bayangan kita adalah orang yang berbicara di depan umum atau di atas podium seperti, berpidato, berkhutbah atau sedang melakukan sambutan. Ya ketiga contoh itu benar jika dikatatakan itu ada adalah sebuah public speaking, tapi apakah harus seperti itu ? apakah harus seorang pemimpin yang melakunya? Coba banyangkan beberapa situasi di bawah ini

            “Dafit adalah seorang anggota BEM di suatu Universitas. Di BEM Dafit menjabat sebagai anggota divisi olah raga. Menjelang bulan ramadhan tiba BEM akan mengadakan bakti soasial yang bertajuk “BUKBER” atau buka bersama. Dua bulan sebelum acara dijalankan semua anggota BEM melakukan rapat kerja yang membahas tentang bagaimana acara nanti dijalankan, karna setiap anggota diminta untuk memberikan usulan untuk acara tersebut. Di tengah  rapat Dafit memberikan usulan lebih baik acara bakti social menggunakan nasi kotak untuk diberikan kepada para pekerja jalan untuk berbuka baru seetelah itu para anggota BEM melakukan buka bersama di sebuah tempat makan yang sebelumnya telah dipesan. Usualan Dafit ini diterima oleh semua anggota BEM dan telah disetujui oleh ketua BEMnya.

            Rara adalah seorang penyiar radio di salah satu tempat siaran yang terkenal di Jakarta ia bekerja, music apa saja yang sedang trending dll.setelah Selesai rekaman hasil dari siaran tersebut lalu  dipublikasikan keseluruh penjuru kota Jakarta dan diddengar lebih dari satu juta orang setiap harinya

Dari kedua contoh tersebut manakan yang termasuk kedalam penegertian dari Public Speaking? jika dari kalian ada yang beranggapan bahwa hanya satu yang masuk kedalam Public speaking maka kalian salah.Dan beranggapan bahwa penyiar radio tidak termasuk kedalam Public speaking karena walaupun tidak secara langsung tetapi hakitnya ia adalah seorang public speaker karna berbicara kepada public (pendengar)  Selanjutnya akan kita bahas apa itu Public speaking.


PENGERTIAN PUBLIC SPEAKING
Public speaking adalah kemampuan berbicara di depan banyak orang, menyampaikan pesan yang dapat dimengertidan dipercaya oleh pihak pendengarnya. Public speaking dapat memiliki peran luar biasa dalam kehidupan kita antara lain (Hamilton 2003:3)

1. menge,bangkan diri pribadi
    Bila kita dapat melakukan Public speaking kita tidak perlu lagi merasa takut setiap kali menghadapi kemungkinan kita berbicara di depan orang banyak baik di dunia kerja atau di lingkungan masyarakat. Kita juga dapat menyampaikan ide dengan lebih efiktif dan lebih percaya diri.
2. mempengaruhi dunia sekitar
    Biasanya orang yang mempunya kemampuan Public speaking yang baik mampu mempengarui orang orang di sekitarnya. Karena semakin sering kita melatihnya maka semakin baik juga kita mempresentasikan sesuatu sehingga penyampaian kita bisa diterima oleh masyarakat karena masyarakat percaya dengan apa yang kita sampaikan.
3. Meingkatkan karier
    Percaya atau tidak orang yang mempunyai kemampuan Public speaking yang baik bisa meningkatkan karier orang tersebut. Karena orang-orang akan melihat kita sebagai seseorang yang mempunyai kredibilitas yang tinggi karena melihat kita terampil dalam berbicara sehingga menciptakan kesempatan promosi yang terbuka lebar.
Sederhananya keterampillan Public speaking adalah keterampilan yang memiliki kekuatan untuk mengubah dunia kita dengan cara yang sederhana, tanpa kekerasan. Memiliki kemampuan Public speaking juga akan membuat kita lebig unggul disbanding orang-orang lain. Jadi apakah Public speaking itu penting ? ya penting karena keterampilan seperti ini sangat diperlukan dalam berbagai macam hal, antara lain dalam kepemimpinan, sebagai motivator, dalam hal keagamaan, pendidikan, bisnis,customer service.

SEJARAH PUBLIC SPEAKING

Ilmu Public speaking yang saat ini sedang terus kita pelajari ternyata telah ada sejak ratusan  tahum yang lalu. Ketika berbicara tentang nama-nama besar di sepanjang sejarah public speaking, nama Dale Carnegie tidak mungkin bisa dihindari. Dale Carnegie adalah salah satu pioneer dalam bidang Public speaking dan self development di dunia. Buku karangan beliau pada tahun 1936 yang berjudul how to win friends and influence people masih menjadi buku best seller sampai hari ini. Beliau lahir di Amerika pada tahun 1888, dan pada tahun 1911 Dale Carnegie mendiri sebuah lembaga yang diberi nama Dale Carnegie Course. Dan sampai hari ini metode belajarnya yang digunakan oleh beliau masih di terapkan di 80 negara lewat sebuh organisasi Dale Carnegie Training.

Bahkan jika kita ingin jauh mundur kebelakang pada saat zaman yunani kuno sebelum masehi, istilah Public speaking ini dikenal dengan istilah Retorika yang memiliki arti “Keahlian berbicara atau berpidato” dalam perkembangan Retorika mengenal tiga bentuk yaitu:
1. Demi penemuan kebenaran (Socrates, disebut Bapak Retorika)       
2. Demi kekuasaan ataupun kemenangan saja (sesuai dengan filsafat Sophisme)
3. Sebagai alat persuasive yang banyak menggunakan penemuan-penemuan terakhir ilmu jiwa 
    Dan karenanya mulai menggunakan nama “Scientific rhetoric”

Retorika sendiri bertitik tolak pemikiran bahwa manusia dapat menggunakan perasaan atau pendapat yang umunya benar. Dilihat dari sejarah, manusia memiliki hasrat dan kebutuhan untuk menyampaikan segala perasaan, pengalaman dan pendapatnya untuk diceritakan kepada orang tertentu. Dalam penyebaran agama di abad ke-5 masehi, Babylonia dan Persia, yang di lakukan oleh orang yang memiliki bakat retorika, karna tanpa bakat berbicara pada waktu itu, maka  pesan yang di sampaikan belum tentu diterima dan dimengerti. Kita kenal aliran Sophisme, yang berpendapat manusia ialah “makhluk yang berpengetahuan dan kemauan” dan masing-masing manusia mempunyai penilaian sendiri mengenai baik buruknya sesuatu, mempunyai nilai-nilai etika sendiri, maka kebenaran suatu pendapat hanya bisa dicapai dengan memenangkan pendapat.

Plato sebagai pendidik mengatakan retorika penting sebagai:
·         Metode pendidikan
·         Alat untuk mencapai kedudukan dalam pemerintah
·         Alat mempengarui rakyat

Aristoteles (384-322) mengajarkan dalam retorika orang harus mengatakan dengan:
·         Jelas
·         Singkat         
       Meyakinkan

Seperti apa yang diungkapkan oleh Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya “Retorika modern” (cetakan ke enam, tahun 2000) bahwa kemajuan Negara barat bukan bertumpu pada pengetahuan matematika,fisika atu kimia. Tapi bagaimana kemampuan mereka menyajikannya dengan ucapan yang jelas sehingga hasil persentasinya dapat dipahami khalayak.

Retorika adalah seni sekaligus ilmu yang mempelajari penggunaan bahasa dengan tujuan menghasilkan efek persuasif. Selain logika dan tata bahasa, retorika adalah bagian sentral dalam pendidikandi dunia barat. Kemampuan dan kahlian untuk berbicara di depan audiens public dan untuk mempersuasi audiens untuk melakukan sesuatu melalui seni berbicara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pelatihan seseorang intelektual (Johnstone 1995). Retorika sebagai cabang ilmu berkaitan erat dengan penggunaan simbol dalam interaksi antar manusia.

Jadi kesimpulanya apakah public speaking itu penting? Sangat penting karena perubahan dunia itu lahir dari para pembicara. Maka dari itu jangan pernah takut untuk menjadi pembicara ya teman-teman karena setiap orang memiliki potensi yang sama untuk sukse. Perbedaanya adalah seberapa besar motivasi mampu mengalahkan setiap hambatan .


Sekian dan terimakasih. Dan terimakasih juga untuk para narasumber di bawah ini.

DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar