PUBLIC
SPEAKING
Ketika kalian mendengar
kata Public speaking apa sih yang ada
di benak kalian? Sepertinya kata ini lumrah kalian dengar. Jika diartikan
secara harfiah kata Public Speaking ini
memiliki arti “Berbicara di depan umum”. Setiap kali mendengar istilah ini
pasti yang terbayang dalam bayangan kita adalah orang yang berbicara di depan
umum atau di atas podium seperti, berpidato, berkhutbah atau sedang melakukan
sambutan. Ya ketiga contoh itu benar jika dikatatakan itu ada adalah sebuah public speaking, tapi apakah harus
seperti itu ? apakah harus seorang pemimpin yang melakunya? Coba banyangkan
beberapa situasi di bawah ini
“Dafit adalah
seorang anggota BEM di suatu Universitas. Di BEM Dafit menjabat sebagai anggota
divisi olah raga. Menjelang bulan ramadhan tiba BEM akan mengadakan bakti
soasial yang bertajuk “BUKBER” atau buka bersama. Dua bulan sebelum acara
dijalankan semua anggota BEM melakukan rapat kerja yang membahas tentang
bagaimana acara nanti dijalankan, karna setiap anggota diminta untuk memberikan
usulan untuk acara tersebut. Di tengah
rapat Dafit memberikan usulan lebih baik acara bakti social menggunakan
nasi kotak untuk diberikan kepada para pekerja jalan untuk berbuka baru
seetelah itu para anggota BEM melakukan buka bersama di sebuah tempat makan
yang sebelumnya telah dipesan. Usualan Dafit ini diterima oleh semua anggota
BEM dan telah disetujui oleh ketua BEMnya.
Rara adalah seorang penyiar radio di
salah satu tempat siaran yang terkenal di Jakarta ia bekerja, music apa saja
yang sedang trending dll.setelah Selesai rekaman hasil dari siaran tersebut
lalu dipublikasikan keseluruh penjuru
kota Jakarta dan diddengar lebih dari satu juta orang setiap harinya
Dari kedua contoh
tersebut manakan yang termasuk kedalam penegertian dari Public Speaking? jika dari kalian ada yang beranggapan bahwa hanya
satu yang masuk kedalam Public speaking
maka kalian salah.Dan beranggapan bahwa penyiar radio tidak termasuk kedalam Public speaking karena walaupun tidak
secara langsung tetapi hakitnya ia adalah seorang public speaker karna
berbicara kepada public (pendengar) Selanjutnya akan kita bahas apa itu Public speaking.
PENGERTIAN
PUBLIC SPEAKING
Public
speaking adalah kemampuan berbicara di depan banyak orang,
menyampaikan pesan yang dapat dimengertidan dipercaya oleh pihak pendengarnya. Public speaking dapat memiliki peran
luar biasa dalam kehidupan kita antara lain (Hamilton 2003:3)
1. menge,bangkan diri
pribadi
Bila kita dapat melakukan Public speaking kita tidak perlu lagi
merasa takut setiap kali menghadapi kemungkinan kita berbicara di depan orang
banyak baik di dunia kerja atau di lingkungan masyarakat. Kita juga dapat
menyampaikan ide dengan lebih efiktif dan lebih percaya diri.
2. mempengaruhi dunia
sekitar
Biasanya orang yang mempunya kemampuan Public speaking yang baik mampu
mempengarui orang orang di sekitarnya. Karena semakin sering kita melatihnya
maka semakin baik juga kita mempresentasikan sesuatu sehingga penyampaian kita
bisa diterima oleh masyarakat karena masyarakat percaya dengan apa yang kita
sampaikan.
3. Meingkatkan karier
Percaya atau tidak orang yang mempunyai
kemampuan Public speaking yang baik
bisa meningkatkan karier orang tersebut. Karena orang-orang akan melihat kita
sebagai seseorang yang mempunyai kredibilitas yang tinggi karena melihat kita
terampil dalam berbicara sehingga menciptakan kesempatan promosi yang terbuka
lebar.
Sederhananya
keterampillan Public speaking adalah
keterampilan yang memiliki kekuatan untuk mengubah dunia kita dengan cara yang
sederhana, tanpa kekerasan. Memiliki kemampuan Public speaking juga akan membuat kita lebig unggul disbanding
orang-orang lain. Jadi apakah Public
speaking itu penting ? ya penting karena keterampilan seperti ini sangat
diperlukan dalam berbagai macam hal, antara lain dalam kepemimpinan, sebagai
motivator, dalam hal keagamaan, pendidikan, bisnis,customer service.
SEJARAH PUBLIC SPEAKING
Ilmu Public speaking
yang saat ini sedang terus kita pelajari ternyata telah ada sejak ratusan tahum yang lalu. Ketika berbicara tentang
nama-nama besar di sepanjang sejarah public
speaking, nama Dale Carnegie
tidak mungkin bisa dihindari. Dale Carnegie adalah salah satu pioneer dalam
bidang Public speaking dan self
development di dunia. Buku karangan beliau pada tahun 1936 yang berjudul how to win friends and influence people
masih menjadi buku best seller sampai hari ini. Beliau lahir di Amerika pada
tahun 1888, dan pada tahun 1911 Dale Carnegie mendiri sebuah lembaga yang
diberi nama Dale Carnegie Course. Dan
sampai hari ini metode belajarnya yang digunakan oleh beliau masih di terapkan
di 80 negara lewat sebuh organisasi Dale
Carnegie Training.
Bahkan jika kita ingin jauh mundur kebelakang pada saat zaman
yunani kuno sebelum masehi, istilah Public
speaking ini dikenal dengan istilah Retorika
yang memiliki arti “Keahlian berbicara atau berpidato” dalam perkembangan Retorika mengenal tiga bentuk yaitu:
1. Demi penemuan kebenaran (Socrates,
disebut Bapak Retorika)
2. Demi kekuasaan ataupun kemenangan saja (sesuai dengan filsafat
Sophisme)
3. Sebagai alat persuasive yang banyak menggunakan
penemuan-penemuan terakhir ilmu jiwa
Dan karenanya mulai
menggunakan nama “Scientific rhetoric”
Retorika sendiri bertitik tolak pemikiran bahwa manusia dapat
menggunakan perasaan atau pendapat yang umunya benar. Dilihat dari sejarah,
manusia memiliki hasrat dan kebutuhan untuk menyampaikan segala perasaan,
pengalaman dan pendapatnya untuk diceritakan kepada orang tertentu. Dalam
penyebaran agama di abad ke-5 masehi, Babylonia dan Persia, yang di lakukan
oleh orang yang memiliki bakat retorika, karna tanpa bakat berbicara pada waktu
itu, maka pesan yang di sampaikan belum
tentu diterima dan dimengerti. Kita kenal aliran Sophisme, yang berpendapat manusia
ialah “makhluk yang berpengetahuan dan kemauan” dan masing-masing manusia
mempunyai penilaian sendiri mengenai baik buruknya sesuatu, mempunyai
nilai-nilai etika sendiri, maka kebenaran suatu pendapat hanya bisa dicapai
dengan memenangkan pendapat.
Plato sebagai pendidik mengatakan retorika penting sebagai:
·
Metode
pendidikan
·
Alat
untuk mencapai kedudukan dalam pemerintah
·
Alat
mempengarui rakyat
Aristoteles (384-322) mengajarkan dalam retorika orang harus
mengatakan dengan:
·
Jelas
·
Singkat
Meyakinkan
Seperti apa yang diungkapkan oleh Jalaluddin Rakhmat dalam
bukunya “Retorika modern” (cetakan ke
enam, tahun 2000) bahwa kemajuan Negara barat bukan bertumpu pada pengetahuan
matematika,fisika atu kimia. Tapi bagaimana kemampuan mereka menyajikannya
dengan ucapan yang jelas sehingga hasil persentasinya dapat dipahami khalayak.
Retorika adalah seni sekaligus ilmu yang mempelajari
penggunaan bahasa dengan tujuan menghasilkan efek persuasif. Selain logika dan
tata bahasa, retorika adalah bagian sentral dalam pendidikandi dunia barat.
Kemampuan dan kahlian untuk berbicara di depan audiens public dan untuk
mempersuasi audiens untuk melakukan sesuatu melalui seni berbicara adalah
bagian yang tidak terpisahkan dari pelatihan seseorang intelektual (Johnstone
1995). Retorika sebagai cabang ilmu berkaitan erat dengan penggunaan simbol
dalam interaksi antar manusia.
Jadi kesimpulanya apakah public speaking itu penting? Sangat
penting karena perubahan dunia itu lahir dari para pembicara. Maka dari itu
jangan pernah takut untuk menjadi pembicara ya teman-teman karena setiap orang
memiliki potensi yang sama untuk sukse. Perbedaanya adalah seberapa besar
motivasi mampu mengalahkan setiap hambatan .
Sekian dan terimakasih. Dan terimakasih juga untuk para
narasumber di bawah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar